Wednesday, July 18, 2007

HADITH DHAIF DAN MAUDHU'

PUASA
1 Awal Ramadhan adalah rahmat, pertengahan keampunan dan akhir pembebasan dari neraka Az-Zahabi menyebutkan dalam Al-Mizan dari riwayat Hisyam bin ' Ammar dari jalan Sallam bin Sawwar dari Maslamah bin Ash-Shalti dari Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Awal bulan Ramadhan adalah rahmat , pertengahannya keampunan dan akhirnya ialah pembebasan dari Neraka
Hadith ini adalah Munkar Kata Az-Zahabi : Ibnu 'Adiy berkata : Sallam ini munkar Hadithnya , demikian pula kata Al-'Uqaili . Salah satunya ialah hadith ini . ( * ) Hadis ini diriwayatkan juga oleh Ibnu Abi Ad-Dunya, Al-Khatib dan Ibn 'Asakir. Kata Al-Albani: Hadisnya sangat dhaif. Sumber: Himpunan Hadis Dhaif dan Maudhu' (Jld 1) - Drs Abdul Ghani Azmi- m.s. 500

2 Tidur orang yang berpuasa itu adalah satu ibadat Ad - Dailami meriwayatkan dari Abdullah bin Abi Aufa r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w bersabda :
Ertinya: Tidur orang yang berpuasa itu adalah satu ibadat
Hadith ini Maudhu' Penyakitnya ialah Sulaiman bin 'Amru , iaitu Abu Daud An-Nakha'i , seorang pembohong dan sangat terkenal mereka Hadith . Kata Al-Hafiz Ibnu Hajar : Lebih daripada tiga puluh orang ( ulama hadith ) mengatakan ia mereka Hadith .
Sumber: Himpunan Hadis Dhaif dan Maudhu' (Jld 1) - Drs Abdul Ghani Azmi- m.s. 478

3 Manafaat melaparkan perut Al-Ghazali menyebutkan dalam Al-Ihya' bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Barangsiapa yang melaparkan perutnya nescaya besarlah fikirannya dan cerdiklah hatinya
Kata Al-Iraqi : Hadith ini tiada asalnya Sumber: Himpunan Hadis Dhaif dan Maudhu' (Jld 1) - Drs Abdul Ghani Azmi- m.s. 479

4 Penghulu segala amalan adalah lapar Al-Ghazali menyebutkan dalam Al-Ihya' bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Penghulu segala amalan itu ialah lapar dan kehinaan diri ialah pakaian bulu
Kata Al-'Iraqi : Hadith ini tiada asalnya . Sumber: Himpunan Hadis Dhaif dan Maudhu' (Jld 1) - Drs Abdul Ghani Azmi- m.s. 479
5 Perkhabaran-perkhabaran ghaib sepanjang di bulan Ramadhan Ibnu - Jauzi menyebutkan dari riwayat Muhammad bin Abu Tahir Anas r.a. katanya : Rasulullah s.a.w bersabda :
Ertinya: Apabila malam pertama bulan Ramadhan berserulah Tuhan Al- Jalil akan Malik Ridhwan penjaga Syurga seraya berfirman : Persiapkan Syurgaku dan hiasilah dia untuk orang - orang yang berpuasa dari umat Ahmad , janganlah engkau menutupnya bagi mereka sehingga habis bulan mereka ( Ramadhan ). Kemudian Tuhan Al-Jalil memanggil Malaikat penjaga Neraka : Hai Malik ! Malik menjawab : Ya Tuhanku! Kemudian Allah berfirman : Tutuplah pintu - pintu Neraka Jahim dari orang - orang yang berpuasa dari umat Ahmad dan janganlah engkau membukanya untuk mereka . Kemudian menyeru Jibrail : Ya Jibrail ! Lalu Jibrail menjawab : Ya Tuhanku ! Lalu Tuhan berfirman : Turunlah engkau ke bumi dan rantaikan syaitan - syaitan yang jahat itu supaya mereka tidak merosakkan puasa umat Ahmad. Pada tiap - tiap hari bulan Ramadhan iaitu di kala matahari naik dan di kala berbuka puasa Allah mempunyai orang - orang yang dibebaskan dari Neraka laki - laki dan wanita . Pada tiap - tiap langit Allah mempunyai seorang Malaikat yang balungnya di bawah ' Arasy Ar-Rahman manakala dua kakinya berada diperbatasan bumi ketujuh yang bawah , satu sayapnya berada di Masriq yang bertatahkan marjan , mutiara besar dan permata , dan satu sayap lagi berada di Mahgrib yang bertatahkan dengan marjan , mutiara besar dan permata , Malaikat itu berseru : Adakah orang yang bertaubat yang akan diterima taubatnya ? Adalah orang yang berdoa' yang akan diqabulkan doa'nya ? Adalah orang yang teraniaya yang akan ditolong ? Adalah orang yang memohon ampun yang akan diberikan keampunan ? Adakah orang yang meminta yang akan diberikan permintaannya ? Nabi bersabda lagi : Dan Tuhan berseru sepanjang bulan Ramadhan: Para hambaku laki-laki dan perempuan , bergembiralah, hampir - hampir akan diangkat dari kamu akan makanan - makanan ini kepada rahmat dan kemuliannku Apabila malam Lailatul-Qadri Jibrail turun dalam satu golongan para Malaikat yang berselawat ( berdoa') ke atas tiap - tiap hamba Allah yang bangun dan yang duduk berzikir kepada Allah Azza Wa Jalla Apabila Hari Raya Fitrah Allah membanggakan mereka kepada para Malaikatnya : Hai para Malaikatku , apakah balasan bagi buruh yang telah menunaikan kerjanya ? Para Malaikat menjawab : Ya Tuhan kami , balasannya ialah disempurnakan upahnya. Allah lalu berfirman : Hamba - hambaku yang laki - laki dan perempuan, telah menunaikan kewajipanku atas mereka, kemudian mereka keluar dengan mengangkatkan suara mereka berdoa' kepadaku. Demi kebesaran dan kemuliaanku, demi ketinggian tempatku, pasti Aku akan kabulkan doa' mereka pad hari ini. Kembalilah, sesungguhnya Aku telah memberi keampunan kepada kamu dan Aku telah gantikan kejahatan - kejahatan kamu dengan kebaikan - kebaikan , maka mereka pun kembali dengan mendapat keampunan ).
Hadith ini adalah Maudhu' Kata Ibnul- Jauzi: Hadith ini tidak sah . Ashram yang terdapat dalam sanadnya ialah Ashram bin Hausyab. Kata Yahya : Dia adalah pembohong yang sangat jelek . Kata Ibnu Hibban : Ashram ini membuat Hadith atas orang - orang yang thiqah . Sumber: Himpunan Hadis Dhaif dan Maudhu' (Jld 1) - Drs Abdul Ghani Azmi- m.s. 503

6 Kelebihan Puasa di bulan Rejab Abu Muhammad Al- Khallal , Ad-Dailami , Al-Ashbahani meriwayatkan dari Mansor bin Yazid Al-Asadi , dari Musa bin 'Imran , dari Anas bin Malik r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Bahawasanya di dalam Syurga ada sebuah sungai yang dipanggil Rejab , airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu , barangsiapa berpuasa sehari sahaja dari bulan Rejab nescaya Allah memberinya minum dari sungai itu.
Kata Az-Zahabi : Mansor bin Yazid tidak dikenali orangnya dan khabarnya ( Hadithnya ) adalah Batil Sumber: Himpunan Hadis Dhaif dan Maudhu' (Jld 1) - Drs Abdul Ghani Azmi- m.s. 514

7 Puasa bulan Rejab Ibnu - Jauzi menyebutkan dari riwayat Muhammad bin Abdul - Baqi dari jalan Abu Bakr Muhammad bin Al-Hasan An Naqqasy , dari Abu Sa'id r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :
Ertinya: Rejab adalah bulan Allah , Sya'ban bulanku dan Ramdahan bulan umatku , maka barangsiapa yang berpuasa bulan Rejab dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah , maka ia wajib mendapat keridhaan dari Allah Yang Maha Agung dan menempatkan dalam Syurga Al-Firdaus yang tertinggi . Barangsiapa berpuasa dua hari dari bulan Rejab maka baginya pahala dua kali ganda , timbangan tiap - tiap ganda bagaikan bukit - bukit di dunia . Barangsiapa berpuasa tiga hari dari bulan Rejab maka Allah menjadikan antaranya dan Neraka sebuah parit yang panjangnya sepanjang perjalanan setahun . Barangsiapa berpuasa empat hari dari bulan Rejab maka ia akan diselamatkan dari bala , gila , kusta dan sopak , dari fitnah Al-Masih Ad - Dajjal dan dari azab kubur. Barangsiapa berpuasa enam hari dari bulan Rejab, maka ia keluar dari kuburnya dengan wajah yang lebih bersinar daripada sinar bulan pada malam purnama . Barangsiapa berpuasa tujuh hari dari bulan Rejab , maka pintu - pintu tujuh buah Neraka ditutup baginya , tiap - tiap sehari puasa ditutup satu pintu dari pintu - pintu Neraka itu . Barangsiapa berpuasa lapan hari dari bulan Rejab, maka dibuka untuknya pintu Syurga yang lapan buah itu , tiap- tiap sehari puasa sebuah pintu dibuka . Barangsiapa berpuasa sembilan hari dari bulan Rekab , maka ia keluar dari kuburnya sedangkan ia menyeru La Ilaha Illallah , maka wajahnya tidak datang kecuali syurgalah baginya . Barangsiapa berpuasa sepuluh hari dari bulan Rejab , maka Allah menjadikan untuknya atas tiap- tiap satu mail Shirath akan permaidani yang ia beristirahat di atasnya . Barangsiapa berpuasa sebelas hari dari bulan Rejab , maka ia tidak akan dilihat di Akhirat nanti lebih utama daripadanya kecuali orang yang berpuasa Rejab seperti dia ataupun lebih daripadanya . Barangsiapa berpuasa dua belas hari dari bulan Rejab , maka pada hari Qiamat Allah memakaikannya dua pakaian , satu pakaian lebih baik daripada dunia dan segala isinya . Barangsiapa berpuasa tiga belas hari dari bulan Rejab , maka dihidangkan untuknya sebuah hidangan dalam bayang - bayang ' Arasy lalu ia memakannya sedangkan orang ramai berada dalam kesusahan yang amat sangat . Barangsiapa berpuasa empat belas hari dari bulan Rejab , maka Allah memberikannya pahala yang tidak pernah dilihat oleh mata , tidak didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas di hati . Barangsiapa berpuasa lima belas hari dari bulan Rejab , maka Allah menempatkan dia di hari Qiamat di tempat orang - orang yang selamat , tiada lalu seorang Malaikat Muqarrabin dan tiada lalu pula seorang Nabi yang diutuskan kecuali mereka berkata : Berbahagialah engkau ! Engkau adalah di antara orang - orang yang selamat sejahtera ).
Kata Ibnu - Jauzi :Hadith ini adalah Maudhu' Al-Kasa-i yang terdapat dalam sanadnya tidak dikenal orangnya . Manakala An-Naqqassi iaitu Abu Bakar bin Muhammad bin Al- Hasan An- Naqqassi dituduh berbohong Sumber: Himpunan Hadis Dhaif dan Maudhu' (Jld 1) - Drs Abdul Ghani Azmi- m.s. 529

8. Puasa Tiga Bulan Berturut -turut Maksudnya:
Dari Abu Hurairah RA : Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah menyempurnakan puasa sebulan penuh selepas Ramadhan melainkan bulan Rejab dan Sya'ban. I. Periwayat Hadith: At-Thabarani
2. Status Hadith: SANGAT LEMAH 3. Sebabnya: Didalam sanadnya terdapat seorang perawi bemama Yusuf bin Athiyyah bin Thabit. Kata Imam Al-Bukhari: Ia seorang yang mungkar hadithnya. Kata Imam An-Nasai dan Imam Ibnu Hajar: Ia seorang yang ditinggalkan hadithnya (matruk). Kata Imam Abu Hatim, Imam Abu Zur' ah dan Imam Ad-Daruqutni: Ia seorang yang lemah hadithnya. Kata Imam Ibnu Hibban: Tidak harus berhujjah dengannya. Kata Imam Ibnu Ma'in dan Imam Abu Daud: Ia tidak memiliki sesuatu (yang soheh untuk dijadikan pegangan).
4. Keterangan:
Hadith ini tidak dapat dijadikan hujjah tentang puasa 3 bulan berturut-turut iaitu Rejab, Sya'ban dan seterusnya disambung dengan Ramadhan sebagaimana yang diamalkan oleh sebahagian umat Islam. . Tidak thabit Nabi SAW berpuasa sebulan penuh pada bulan-bulan lain melainkan Ramadhan sahaja.Inilah amalan Nabi SAW sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah RA, katanya: Maksudnya: Dan aku tidak pemah melihatnya (Nabi SAW) berpuasa sebulan penuh semenjak datang ke Madinah kecuali Ramadhan. .Inilah petunjuk Nabi SAW yang merupakan sebaik-baik petunjuk untuk diikuti dan dicontohi. Allah SWT berfirman: Maksudnya: Dan apa-apa yang dibawa oleh Rasul kepada kamu maka ambil/terimalah.
5. Kesimpulan:

Nabi SAW tidak pemah berpuasa tiga bulan berturut-turut terus menerus.

Sumber: Ibrahim Mohd Raja www.al-ahkam.net

Thursday, June 28, 2007

PCR


Ingin ku perkenalkan kalian dengan salah satu teknik yang biasa digunakan oleh mereka yang terlibat dengan biologi molekul terutama mengenai DNA(deoxyribonucleic acid) iaitu teknik PCR(Polymerase Chain Reaction). Ia digunakan untuk memperbanyak bilangan gen yang diperlukan melalui beberapa peringkat.

Terdapat tiga peringkat yang kebiasaannya akan digunakan dalam teknik PCR ini. Pertama adalah pemisahan(denaturation), kedua pencantuman(annealing) dan pemanjangan(extension). Sebelum teknik ini diaplikasikan suatu jujukan gen atau digelar ‘primer’ diperlukan untuk memastikan gen yang kita inginkan dapat diperbanyak melalui teknik PCR ini.

Denaturation atau pemecahan DNA adalah proses yang pertama dimana DNA yang berbentuk ganda dua(double strand) akan dipisahkan menjadi satu(single strand), lantaran itu alangkah baik andai dapat kita kaitkan ia sejenak dalam kehidupan kita. Pemisahan adalah satu proses yang sering kita hadapi, kita terpisah dari alam roh ke alam dunia, terpisah dari alam kanak-kanak ke alam dewasa, terpisah dari alam belajar ke alam kerjaya dan akhirnya terpisah dari alam kehidupan ke alam kematian. Namun dalam merentasi setiap pemisahan tersebut kita berharap agar kita sentiasa terpisah dari alam kebatilan ke alam kebenaran. Adapun begitu seringkali kita melihat ada beberapa golongan yang memisahkan diri dari alam kebenaran seperti yang Ustaz Fathi Yakan gambarkan dalam bukunya Golongan yang Tercicir dari Jalan Dakwah. Maka adalah suatu yang tidak mustahil golongan kebenaran bisa terpesong dari arah tujuan dan matlamat Islam yang suci. Oleh itu proses yang seterusnya harus kita aplikasikan.

“…Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) ALLAH, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.[Ali Imran 3:101]

Annealing atau pencantuman ‘primer’ adalah proses yang kedua untuk menyambung kembali ‘single strand’ menjadi ‘double strand’ semula dalam teknik PCR. “Primer” inilah yang kita perlukan dalam kehidupan, agar dapat menetapkan diri ini dalam kebenaran dan menyambung kembali kepada kebenaran andai diri sudah mula tersesat dari jalan-NYA. Tidak cukup sekadar mengaku sebagai Muslim, tetapi harus juga ditampung dengan ‘primer aqidah’, ‘primer ibadah’ dan ‘primer akhlak’ hingga ‘primer-primer’ ini akan menghasilkan individu yang tegar dengan aqidah yang bersih, tekun dengan ibadah yang sahih dan tenang dengan akhlak yang terpuji. Setelah ini terbentuk maka ia tidak akan lengkap tanpa proses yang seterusnya.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhannya….[Al-Baqarah 2:208]

Extension atau pemanjangan gen menggunakan enzim yang dipanggil DNA Polymerase adalah proses yang ketiga dalam teknik PCR untuk menghasilkan berjuta DNA yang mempunyai jujukan gen yang sama. Tidak ada maknanya jika hanya diri ini yang mempunyai aqidah yang suci, ibadah yang sahih dan akhlak yang terpuji, namun membiarkan umat ini terus dengan aqidah, ibadah dan akhlak yang rosak. Betapa harus kita berperanan seperti enzim yang mampu menjadi pemangkin hingga dapat mencetak DNA yang sama jujukan gennya, kita juga seharusnya berusaha untuk mencetak seramai mungkin individu yang mempunyai peribadi Islam yang syumul hingga cita-cita murni untuk melihat dakwah Islam kembali bangkit di muka bumi yang tercinta.

“….kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh, dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran[Al-Asr 103:3]

Setiap proses dalam teknik PCR ini memerlukan suhu yang tertentu untuk pemisahan, pencantuman dan pemanjangan. Andai tersalah menentukan suhu bagi setiap proses diatas, maka proses dalam PCR ini tidak akan berlaku. Begitu juga dengan perjuangan menegakkan kebenaran harus mengetahui ‘suhu’ semasa ingin menerapkan proses tersebut dalam jiwa umat ini. Setiap individu berbeza cara pemikiran, budaya dan gaya hidup. Para pendokong perjuangan harus melihat setiap situasi dan keadaan umat dalam menyampaikan risalah kebenaran. Kita tidak mahu kerana kelemahan kita untuk menilai ‘suhu’ dalam setiap proses mendidik umat kepada kebenaran menyebabkan mereka semakin mendekati kebatilan berbanding kebenaran. Ruang untuk memperbaiki umat ini masih ada jika kita memanfaatkan masa, tenaga, harta bahkan jiwa ini demi Islam yang tercinta.

“(Iaitu) kamu beriman kepada ALLAH dan Rasul-NYA dan berjihad di jalan ALLAH dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya”[As Saff 61:11]

Salam kembali kepada semua individu yang bakal meneruskan pengajian mereka, mudah-mudahan kembalinya kalian dengan semangat dan cita-cita menjadi Muslim Profesional dalam menyebarkan risalah dakwah hingga kalian wajar untuk digelar Pemuda/i Cinta Rasul (PCR)

Dari Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin Ash ra. Berkata: RasuluLLAH s.a.w. bersabda, “ Tidak beriman seseorang di antara kalian sehingga hawa nafsunya mengikuti ajaran-ajaran yang aku bawa.”(Hadits shahih, kami riwayatkan dalam kitab Al-Hujjah dengan sanad yang shahih)-Hadits 41 dari Hadits Arba’in An Nawawiyah
p/s- Penjelasan lanjut mengenai teknik PCR boleh dibaca melalui http://en.wikipedia.org/wiki/Polymerase_chain_reaction

Regards,
Mohd Halimi Abdul Aziz
14 Jamadil Akhir 1428H 02:37a.m.

Thursday, June 21, 2007

REALITI DAN FANTASI



Realiti dan fantasi pastinya dua perkara yang berbeza, realiti adalah yang zahir dan nyata manakala fantasi adalah yang samar-samar dan belum jelas keberadaannya. Inilah pemikiran atau definasi spontan yang dapat kita ulas berkaitan realiti dan fantasi. Bahkan sebahagian ahli sains mengusulkan sesuatu perkara harus dibuktikan keberadaannya barulah ia diterima sebagai suatu yang realiti, sedangkan sesuatu yang tidak dapat dibuktikan hanya akan dianggap fantasi bagi golongan ini. Adakah kita juga begitu, mudah-mudahan tidak kerana sebagai umat yang berpegang pada prinsip Islam yang jelas, segala istilah yang diguna pakai harus disesuaikan dengan bingkai agama kita yang mulia. Andai kaedah ini diabaikan, betapa mudah musuh-musuh Islam meragukan kita tentang keberadaan hari kiamat, syurga dan neraka, malaikat dan perkara-perkara ghaib yang lain, kerana ia semua pada pandangan mereka hanyalah fantasi umat Islam semata-mata sedangkan kita menganggapnya adalah suatu yang realiti kerana salah satu ciri orang beriman adalah mempercayai perkara-perkara ghaib [Al-Baqarah 2:3]

Sikap inilah yang juga menimpa kaum Nabi Musa ketika mereka meminta agar ALLAH menunjukkan wajah-Nya dihadapan mereka, barulah mereka akan beriman,[Al-Baqarah 2:55] bahkan umat Nabi yang lain juga begitu. Kita berdoa agar umat akhir zaman ini tidak begitu. Ya, boleh jadi umat ini tidak akan mempersoalkan perkara-perkara ghaib yang ku sebut diatas, namun realiti dan fantasi yang ingin ku kongsi bersama kalian bersama kalian bukan sekadar itu tetapi tentang sikap umat yang mendokong kebenaran dan yang mendokong kebatilan. Siapakah yang sedang berada dalam realiti dan fantasi?

Mari kita lihat sejenak umat yang dibelenggu oleh anasir kebatilan ini, betapa mereka dilalaikan dan dilekakan dengan pelbagai aktiviti dan program yang hanya membuang masa mereka, memalukan diri mereka, merosakkan diri mereka dengan hiburan yang tidak ada tujuan dan matlamat yang jelas. Krisis ini bukan hanya menimpa orang dewasa bahkan telah merebak ke jiwa anak-anak kecil, kalau sebelum ini program mencungkil bakat baru hanya untuk si dewasa yang merasakan dirinya harus memberikan sumbangan dalam industri hiburan walau suara tidak sebaik mana, namun lebih menyedihkan ketika mana jiwa-jiwa yang baru mengenal dunia turut terlibat dalam studio si kecil untuk membuktikan bahawa mereka juga ada hak untuk menyumbang sesuatu dalam industri hiburan walau yang menarik boleh jadi dari segi gaya tangan dan kaki mereka sahaja.

Pada pandangan pendokong kebenaran mereka ini tidak sedar bahawa mereka sedang berada dalam fantasi yang hanya mementingkan nilai dunia semata-mata, namun hakikatnya wahai sahabatku mereka telah merealisasikan fantasi mereka lewat program dan aktiviti mereka. Bagaimana mereka dapat mengubah peribadi seorang penduduk kampung yang dulunya mungkin dianggap budak surau, akhirnya bertukar personaliti diri dengan pelbagai gosip dan kontroversi setelah bertukar medan kehidupan. Inilah realiti yang berjaya mereka bina.

Sedangkan di satu pihak lagi yakni pendokong kebenaran merasakan berada dalam realiti yang sebenar, berusaha untuk membina umat agar mengingati tujuan dan matlamat kehidupan mereka, mencegah mereka dari kemaksiatan, menuntun mereka menuju mardhatiLLAH, namun hakikatnya sahabatku kita mungkin masih banyak berfantasi inginkan Islam ini tertegak dibumi yang tercinta, namun jiwa umat ini belum merasai ia bisa tertegak di dalam jiwa mereka, bandingkan antara program yang melalaikan umat dan yang menyedarkan umat mana yang lebih banyak pengaruh dan kehadirannya. Ya, bukan semuanya begitu namun ia menunjukkan perjuangan masih jauh, umat yang lalai itu mungkin menganggap kita hanya berada dalam dunia fantasi kita sendiri lantaran tidak mampu untuk memberi alternatif terbaik untuk mendidik mereka menuju jalan kebaikan yang Islam inginkan, ditambah lagi dengan pertelingkahan sesama golongan kebenaran yang merugikan masa dan umat.

Kita harus berusaha untuk merealisasikan Islam ini dalam segenap aspek kehidupan, agar umat bisa menerimanya dengan hati yang bersih untuk kembali kepada jalan kebenaran ini. Setiap dari kita harus memainkan peranan melalui posisi masing-masing untuk membawa umat yang terlena ini kepada umat yang sedar akan tanggungjawabnya di muka bumi.

Teguhkan diri ini dalam kebenaran untuk menghadapi segala ujian dan cubaan dari serangan kebatilan agar setiap impian dan cita-cita Islam kita tidak sekadar fantasi lagi namun adalah realiti yang bakal kita bina sama ada diri ini sempat melihatnya atau gugur kerana ingin merealisasikannnya.

“Walaubagaimana lajunya jalan kejahatan, akan dapat dikejar oleh kebenaran, tetapi walau bagaimana lambatnya jalan kebenaran, tidak akan dapat dikejar oleh kejahatan”-Dr. Aidh Al-Qarni

Hamba yang Dhoif,
Mohd Halimi Abdul Aziz
7 Jamadil Akhir 1428H 02:48a.m
ikhwah00@yahoo.com